Kereta Rel Listrik (KRL)

Kereta rel listrik atau KRL adalah alat transportasi kereta yang menggunakan listrik sebagai bahan bakarnya. Seperti kereta api yang biasa kita lihat, KRL juga berjalan di atas Jalur rel. Pada kereta biasa gerbong ditarik menggunakan lokomotif, sementara pada KRL tidak. Namun pada gerbong terdepan dan terakhir terdapat ruang kemudi untuk masinis. KRL bisa bergerak karena tersambung atau dialiri dengan arus listrik. Rangkaian kereta akan terhubung dengan kabel listrik yang ada di atasnya. Kabel-kabel ini membentang sepanjang jalur yang dilalui KRL. Jika kabel-kabel ini tidak dialiri arus listrik maka KRL tidak akan bisa bergerak atau beroperasi.


KRL dioperasikan oleh anak perusahaan PT KAI yaitu PT KCI atau kereta commuter Indonesia. Saat ini KRL baru beroperasi di dua wilayah yaitu Jabodetabek dan Jogja Solo. Untuk wilayah Jogja Solo baru dilayani dengan satu jalur saja. Sementara untuk wilayah Jabodetabek baik sudah memiliki 5 jalur. Jalur-jalur ini terdiri dari yang pertama jalur Jakarta-Bogor, Jakarta- Tanjung Priok, Jakarta - Cikarang, Jakarta-Tangerang, Jakarta-Rangkasbitung. Masing-masing jalur memiliki waktu tempuh yang berbeda-beda tergantung dengan jarak tempuhnya. Sepengetahuan saya jalur terjauh adalah tanah abang Rangkasbitung yang memerlukan waktu hampir 2 jam.


Untuk bisa menggunakan jasa transportasi KRL kita harus memiliki tiket. Tiket yang digunakan adalah berupa kartu multi trip (KMT) yang dikeluarkan oleh PT Kereta commuter Indonesia. Selain menggunakan kmt Kita juga bisa menggunakan kartu uang elektronik milik bank nasional. Contohnya yaitu kartu flazz, yang dikeluarkan oleh bank BCA, tap cash milik BNI, Brizzi milik BRI, e-money milik bank mandiri. Setiap kartu hanya berlaku untuk satu orang penumpang. Saat akan masuk stasiun kita akan diminta untuk Tab atau menempelkan tiket di gerbang begitu juga saat kita akan keluar. Sudah keluar maka saldo yang ada di kartu tiket kita akan terpotong. Untuk mengisi saldo kartu tiket ini kita bisa melakukannya Di loket Stasiun KRL atau di minimarket terdekat. 


Susunan tempat duduk di KRL berbeda dengan kereta biasa. Pada KRL tempat duduk hanya berada di bagian pinggir kereta. Selain itu setiap gerbong KRL juga memiliki pintu yang banyak. Bagian tengah gerbong biasanya digunakan bagi penumpang yang tidak kebagian tempat duduk. Bagian gerbong terdepan dan terakhir difungsikan sebagai gerbong khusus wanita. Tempat duduk yang berada di pojokan gerbong biasanya juga berfungsi sebagai kursi prioritas. Kursi ini diprioritaskan bagi orang tua, penyandang disabilitas, dan ibu hamil atau menyusui. Posisi pintu kereta termasuk lumayan tinggi sehingga peron-peron pada setiap Stasiun merupakan jenis peron tinggi. Berhati-hatilah saat naik ataupun turun dari rangkaian KRL supaya tidak jatuh atau terperosok.


Jadwal KRL pada setiap jalur berbeda-beda tergantung dengan kepadatan penumpang. Pada jam sibuk biasanya juga lebih banyak kereta yang beroperasi. Untuk melihat jadwal keberangkatan kereta kita bisa menggunakan aplikasi KRL Access. Di dalam aplikasi ini kita bisa melihat rute, mengecek jadwal, melihat posisi kereta, dan bisa juga cek tarif. Pada saat menaiki KRL pastikan untuk menjaga barang bawaan kita masing-masing. Selain itu kita juga tidak boleh membawa barang melebihi kapasitas yang diperbolehkan. Apabila hal ini dilakukan, maka kita bisa mengganggu kenyamanan penumpang lain karena barang kita memakan tempat. Pastikan juga untuk menjaga barang bawaan kita supaya tidak tertinggal ataupun tertukar dengan penumpang lain. Dan hal terpenting terakhir adalah pastikan kita tidak salah jalur naik kereta. 


Jadi pernahkan Anda naik KRL ? Persiapan tiket sebelum naik ya, dan pastikan saldonya mencukupi

Selamat mencoba dan sampai jumpa......

ARTIKEL TERKAIT

0 COMMENTS

LEAVE A COMMENT