Melewati Batas Provinsi

    Malam itu aku tertidur nyenyak hingga serasa malam begitu singkat. Namun lumayan untuk menggantikan energi yang terkuras sehari sebelumnya. Punggung masih terasa agak pegal karena harus menggendong tas dengan beban yang lumayan berat. Hal ini yang menjadi pembelajaran bagi aku jika bersepeda jauh maka barang bawaan harus ditaruh di bagasi. Pagi itu air di kamar mandi terasa begitu dingin namun menyegarkan. Setelah persiapan untuk perjalanan berikutnya selesai, aku berpamitan. Sebelum berangkat aku menyempatkan diri untuk berfoto bersama ibu mas dok dan keluarga. Pedal sepeda kembali ku kayuh dan mulai melaju menuju ke barat.
    Sepeda terus melaju mengikuti jalan nasional yang membentang dari ujung timur hingga ujung barat kota ngawi. Setelah dua jam berlalu dan menyusuri jalan sejauh 41 KM lebih akhirnya tiba juga di perbatasan dua provinsi. Perasaan bahagia menyelimuti hati setelah berhasil tiba di provinsi jawa tengah. Berbeda dengan hari sebelumnya yang belum menentukan tempat pemberhentian, kali ini aku sudah menentukan dimana akan bermalam. Sebelumnya aku telah menghubungi mas febrian dan mengabarkan jika akan mampir ke tempatnya. Setelah mendapatkan persetujuan aku memutuskan menjadi tempat singgah kedua. 
    Hari itu cuaca begitu cerah dan seperti hari sebelumnya matahari begitu terik. Tak bisa terhitung berapa kali aku berhenti untuk berteduh dan beristirahat. Hingga jarak sekitar 50 KM saja ditempuh sekitar 5 jam perjalanan. Tampaknya cuaca sedang tidak begitu bersahabat saat itu. Energi sudah terkuras banyak dan badan mulai lemas. Sekitar setengah empat sore aku memutuskan untuk istirahat sejenak sekalian memberi kabar mas febrian bahwa aku sudah di daerah surakarta. Aku beristirahat di dekat patung bagong diantara persimpangan menuju arah terminal. Setelah menunggu beberapa saat akhirnya mas feb datang, aku menitipkan tas yang kubawa dan kami melanjutkan perjalanan menuju rumahnya.


    Berhubung belum shalat aku meminta berhenti di masjid saat perjalanan menuju rumah mas feb. Kami melewati jalan depan gor manahan dan berhenti disekitar sana. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan dan mampir di warung susu "Si Jack" khas boyolali dan sekitarnya. Setelah memesan susu madu, badan terasa agak mendingan dan energi mulai tergantikan. Menjelang maghrib kami bergegas menuju rumah mas feb untuk istirahat, namun ternyata jaraknya masih lumayan jauh. Dengan sisa energi yang ada aku tetap mengayuh sepeda hingga sampai di rumah tersebut. Sesampainya disana aku langsung berganti pakaian untuk istirahat.
    Efek cuaca siang itu mulai terasa saat malam. Badan terasa hangat dan agak meriang. Selesai makan malam aku diberi obat berupa vitamin b dan paracetamol namun belum aku minum. Aku beranggapan bahwa kondisi ini akan normal esok hari. Akhirnya aku memutuskan untuk segera beristirahat untuk persiapan perjalanan esok hari. Obat yang dikasih tadi aku simpan untuk jaga-jaga. 

ARTIKEL TERKAIT

0 COMMENTS

LEAVE A COMMENT