Memulai Perjalanan Panjang

    6 April 2019 bertepatan hari sabtu, dua tahun yang lalu aku memulai sebuah perjalanan panjang. Pengalaman pertama melakukan perjalanan dengan menggunakan sepeda. Berbagai persiapan telah aku lakukan beberapa hari sebelumnya. Aku hanya niat dan perencanaan sebisanya tanpa berbekal pengalaman bersepeda jauh sebelumnya. Dari awal april aku sudah berada di surabaya dan menghabiskan beberapa hari untuk bernostalgia setelah meninggalkannya pada pertengahan januari. Tak lupa juga aku siapkan sepeda yang akan dipakai. Selain menyiapkan sepeda aku juga melatih fisik. Kebetulan saat itu ada ajakan dari mas Dodik dan Mas coeng untuk ke gunung pundak. Persiapan selesai dilakukan sore hari sebelum keberangkatan. Malam harinya aku meninggalkan Gang satu menuju ke rumas mas Tata untuk menginap.

    Sesampainya disana disambut seperti biasanya dengan secangkir kopi hitam dan obrolan-obrolan hangat. Disela obrolan mas Tata menghadiahkan sadel untuk mengganti sadel sepedaku yang agak sobek. Setelah selesai menggantinya aku istirahat untuk persiapan keberangkatan esok hari. Pagi hari setelah ganti pakaian dan bersiap untuk berangkat aku berpamitan dengan mas tata dan keluarga. Sepedaku mulai melaju meninggalkan Gunung anyar menuju arah jalan utama. Dengan berbekal tas yang berisi berbagai perlengkapan dan juga minum aku melaju perlahan meninggalkan hiruk pikuk surabaya. Menyusuri jalanan sidoarjo hingga berisitirahat di Mojokerto.


    Cuaca panas mulai menghampiri saat melanjutkan perjalanan dari mojokerto. Hingga satu jam kemudian aku memutuskan untuk beristirahat kembali sesampainya di alun-alun mojoagung. Tantangan mulai bertambah berat saat mulai memasuki wilayah nganjuk. Panas terik matahari semakin terasa dan keringat mulai bercucuran. Hambatan bertambah saat bertemu jalan lurus yang berada di sebelah rel. Angin mulai berhembus kencang tanpa ada penghalang karena kanan dan kiri jalan berupa sawah. Saat adzan szuhur mulai berkumandang belum aku temukan masjid hingga memutuskan istirahat saat menemukan warung kelapa muda. Sembari istirahat saya memesan kelapa muda untuk mengganti cairan. Energi mulai terisi dan aku melanjutkan kembali perjalanan itu.

    Menjelang ashar aku tiba di pintu gerbang perbatasan kabupaten madiun. Saat itu belum ada renca untuk berhenti dan bermalam dimana . Akhirnya aku menghubungi teman untuk tempat istirahat namun sedang tidak ada di rumah semua. Akhirnya ditawari mas dodik untuk menginap di rumah dan aku terima tawaran tersebut. Dikirimlah koordinat melalu google maps dan setelah dicek jarak dari tempat aku berhenti masih jauh. Energi yang terkuras sudah lumayan banyak sehingga aku melaju lebih pelan dari sebelumnya. Hingga maghrib menjelang aku belum kunjung sampai juga. Perjalanan malam tidak masuk rencana awal sehingga aku tidak mempersiapkan penerangan saat bersepeda. Saat sudah memasuki wilayah ngawi banyak ruas jalan yang minim penerangan dan berlubang. Beberapa kali sempat menghantam lubang dan mengganggu kesseimbangan.

    Hari semakin larut dan jarak menuju tujuan sudah lumayan dekat. Perjalanan tetap aku lanjutkan dengan kecepatan yang lambat supaya terhindar dari lubang di jalan. Saat melihat ada angkringan aku menyempatkan untuk istirahat sekaligus mengisi energi. Perjalanan berlanjut dan hampir sampai sebelum harus putar balik karena jalan ditutup. Kejadian ini karena aku mengikuti maps yang menunjukan jalan tercepat dan diarahkan melalui gang sebelah rumah. Setelah memutar sedikit akhirnya aku sampai di rumah tujuan sudah setengah sebelas malam disambut oleh ibunya mas dodik. Setelah istirahat dan ganti baju dan diajak makan aku langsung istirahat. Menyambut perjalanan berikutnya di hari esok.

ARTIKEL TERKAIT

0 COMMENTS

LEAVE A COMMENT