Hari 16 : Menggapai Puncak Sejati 1

    Gunung merupakan permukaan bumi yang menjulang lebih tinggi daripada daerah di sekitarnya. Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki banyak gunung, baik yang masih aktif maupun sudah tidak aktif. Permukaan gunung yang tinggi biasanya akan nampak dari tempat-tempat sekitar yang lebih rendah. Titik tertinggi dari sebuah gunung biasa kita kenal sebagai puncak. Bagi sebagian orang, puncak merupakan tempat yang menarik untuk dikunjungi. Kegiatan ini biasanya disebut sebagai pendakian gunung, karena dilakukan di daerah gunung dan bertujuan untuk sampai di puncak. Kegiatan ini memilik penggemar yang semakin meningkat dengan bukti semakin mudah dan berkembangnya industri peralatan aalam bebas. Salah satu gunung yang biasanya diminati adalah gunung raung.

    Gunung raung merupakan salah satu gunung tertinggi yang ada di Jawa Timur. Gunung ini berada di antara tiga wilayah yaitu banyuwangi, bondowoso dan jember. Gunung raung juga termasuk salah satu gunung yan gmemiliki jalur pendakian ekstrem. Hal ini karena ada beberapa titik yang memerlukan keahlian dan alat khusus untuk bisa melewatinya. Untuk bisa mendaki ke tempat ini, ada beberapa pilihan jalur pendakian. Namun jalur yang paling populer dan sering dipilih adalah jalur kalibaru, Kabupaten Banyuwangi.

   

    Basecamp pendakian berada di desa terakhir sebelum memasuki area hutan gunung raung. Untuk mencapai kesana kita bisa menggunakan kereta api dan turun di stasiun banyuwangi. Pilhan ini akan aku ceritakan menurut pengalamanku saat itu. Kita bisa menggunakan kereta api dari mana pun dengan tujuan banyuwangi yaitu satsiun kalibaru. Apabila tidak menemukan kereta dengan tujuan itu, kita bisa mengantisipasinya dengan naik kereta api tujuan surabaya. Setelah sampai di surabaya, kita bisa melanjutkan dengan kereta api tujuan ke banyuwangi. Kita bisa menggunakan kereta probowangi yang berangkat dari stasiun surabaya gubeng.

    Sesampainya di stasiun kalibaru, kita akan melanjutkan perjalanan menuju basecamp pendakian. Pos pendakian berupa pendopo biasa, sehingga jika ingin beristirahat kita bisa menyewa rumah warga. Beberapa rumah warga sudah biasa dijadikan tempat transit sebelum dan sesudah pendakian. Jarak dari stasiun tidak terlalu jauh, kita akan melewati perkebunan tebu dan coklat milik PTPN. Kita bisa menggunakan jasa ojek pangkalan yang ada di sekitar stasiun dengan tarif sekitar 25000 saat itu. Tinggal menyebutkan rumah yang sudah kita pilih, kita akan diantar sampai ke tujuan.

    Untuk saat ini, pengelola pendkaian di gunung raung mewajikan rombongan pendaki menggunakan pemandu. Hal ini sebagai bentuk antisipasi karena beberapa kali kejadian orang hilang bahkan meninggal dunia. Selain itu, adanya pemandu juga bisa mmepermudah kita untuk mempermudah kita dalam menghitung waktu pendakian. Selain pemandu, kita juga diwajibkan membawa peralatan keselamatan seperti harnes, helm, carmentel serta alat penunjang lainnya. Peralatan ini wajib dibawa mengingat beberapa titik pendakian memiliki medan yang ekstrem dan membutuhkan alat tersebut. Apabila tidak memiliki keterampilan dan alat sendiri, kita bisa mengguna jasa open trip yang bisa menyediakan fasilitas tersebut. Selain itu kita bisa menghemat biaya dan tidak bingung mencari pemandu perjalanannya.

Pak Sunarya(duduk di tengah) menyambut setiap pendaki dengan ramah (2018)

    Sebelum melakukan pendakian, kita harus melapor dan membayar retribusi di pos pendakian. Setelah menyelesaikan administrasi, kita akan menempuh perjalanan menuju pos 1. Pos ini berada di rumah Pak Sunarya yang merupakan rumah terakhir sebelum memasuki area perkebunan warga. Perjalan menuju ke pos ini lumayan jauh dengan jalan makadam desa dan jalan di sekitar perkebunan. Untuk mempercepat perjalanan kita bisa menyewa ojek ke warga sekitar. Kita akan diantar sampai di pos 1 dengan harga 25000 saat itu. Pilihan ini akan mempercepat perjalanan sehingga kita sampai di tempat camp tidak terlalu malam.

    Di rumah Pak SUnarya inilah, para pendaki biasanya bersiap-siap kembali sebelum memulai pendakian. Para pendaki yang turun biasanya juga beristirahat di tempat ini sembari menunggu ojeg yang sudah dipesan sebelumnya. Para tukang ojeg yang menjemput biasanya sudah diberitahu jam kepulangan para pendaki, sehingga saat sampai di pos 1 sudah siap. Keluarga pak sunarya begitu ramah, saat ada pendaki yang mampir pasti akan dibuatkan kopi khas lereng gunung raung. Perjalanan berikutnya akan aku ceritakan di tulisan selanjutnya.


Pos 1 Rumah Pak Sunarya (2018)

#menyusurisudutnegeri #28haribercerita



ARTIKEL TERKAIT

0 COMMENTS

LEAVE A COMMENT