Pasar Papringan

Bambu merupakan tanaman yang mudah ditemui saat kita berada di desa. Selain salah satu tanaman yang mudah tumbuh, tanaman ini juga murah dan memiliki banyak kegunaan. Salah satu kegunaan bambu adalah menjaga ekosistem air supaya tetap terjaga. Dalam rangka menjaga kelestarian bambu, ada sebuah Gerakan Bernama spedagi movement. Gerakan ini meyakini bahwa desa adalah masa depan dunia yang sebenarnya, yang masih tertinggal di masa lalu. Sebagai upaya untuk merevitalisasi desa, gerakan ini mengembangkan sebuah pasar Bernama pasar papringan. Pasar ini berlokasi di dusun ngadiprono, Desa Ngadimulyo, Kecamatan Kedu, Kab. Temanggung, Jawa Tengah.



Konsep yang diusung pada tempat ini merupakan pasar tradisional. Sesuai dengan namanya, pasar ini berada di Papringan. Papringan merupakan bahasa Jawa dari rumbun(kumpulan) bambu. Pasar ini mulai beroperasi pada pertengahan tahun 2017 dan hanya beroperasi pada waktu tertentu. Jadwal operasionalnya pada setiap hari minggu pon dan minggu wage pada kalender jawa. Selain sebagai pasar, tempat ini juga menjadi daya tarik wisata di temanggung. Animo masyarakat saat awal dibuka begitu besar, namun harus terhenti saat pandemic dating. Saat ini animo mulai meningkat kembali seiring berakhirnya pandemi.

Salah satu yang menarik dari pasar ini adalah alat pembayaran yang digunakan yaitu kreweng. Kreweng merupakan alat tukar yang terbuat dari bambu. Para pengunjung akan diminta untuk menukar uangnya dengan kreweng saat di pintu masuk. Satu keping kreweng seharga dua ribu rupiah. Semua metode pembayaran untuk produk yang dijual menggunakan ini.  Pasar ini menjual berbagai macam makanan tradisional, kerajinan tangan, hasil bumi hingga hasil pertanian dan hasil peternakan. Harga setiap produk yang dijual bervariasi tergantung ukuran dan porsi.




Selain berjualan berbagai macam produk, pengunjung bisa menikmati beragam hiburan. Salah satu hiburan yang tersedia berupa pertunjukan musik gamelan. Selain hiburan music, pengunjung bisa merasakan dan mencoba berbagai macam permainan tradisional. Permaian yang tersedia juga berasal dari bahan bambu seperti egrang, jungkat-jungkit, ayunan dan lainnya. Pengunjung bisa menikmati suasana asri pedesaan dibawah rimbunnya pohon bambu sembari menikmati berbagai makanan dan hiburan.




Pasar ini hanya beroperasi pukul 06.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB bahkan bisa lebih pagi jika dagangan sudah habis. Akses menuju pasar ini hanya bisa menggunakan kendaraan pribadi, baik sepeda motor ataupun mobil atau bisa juga dinikmati dengan bersepeda. Jadi pastikan saat akan berkunjung ke sini harus datang pagi supaya tidak kehabisan. Jika anda berasal dari luar daerah dan merasa terlalu jauh untuk bisa sampai pagi hari, Anda tidak perlu khawatir. Tempat ini juga menyediakan homestay bagi yang ingin bermalam sebelum berkunjung ke pasar esok hari. Hanya perlu menghubungi kontak pengelola pasar papringan untuk memesan homestay.



Untuk melakukan pemesanan bisa menghubungi kontak pasar Papringan di wa 085163650702. Atau bisa mengunjungi instragram mereka di @pasarpapringan. Kita akan ditempatkan di rumah warga sekitar. Kapasitas setiap homestay biasanya dua atau empat orang, dengan dua orang di setiap kamar. Fasilitas yang didapat yaitu kudapan saat sore hari (saat pertama sampai), makan malam dan untuk makan pagi kita diberi kreweng seharga dua puluh ribu dan bisa dibelanjakan sesuai selera. Homestay ini benar-benar menawarkan suasana pedesaan. Malam hari yang sunyi hanya diiringi bunyi jangkrik dan kawan-kawannya. Kamar tidur tanpa pendingin ruangan tetapi tetap dingin, karena wilayah ngadiprono termasuk agak tinggi. Selain itu kita bisa ramah tamah dengan pemilik rumah.

Selamat mencoba untuk menikmati malam di ngadiprono dan menikmati kuliner khas Pasar Papringan. silahkan cek jadwalnya di @pasarpapringan

ARTIKEL TERKAIT

0 COMMENTS

LEAVE A COMMENT