Hari 8 : Semeru

    Siapa sih yang tak tau semeru, gunung tertinggi di pulau jawa. Gunung ini ada di WIlayah Jawa Timur tepatnya daerah sekitar Lumajang dan Malang. Gunung ini biasanya masuk dalam daftar ekspedisi 7 puncak Indonesia karena memang yang tertinggi di pulau jawa. Namanya semakin populer saat film 5 cm mulai tayang, bahkan tidak hanya semeru peminat kegiatan outdoor terutama pendakian gunung semakin ramai dan populer. Begitu juga dengan aku dan teman sekolah lainnya sampai punya keinginan untuk ke semeru bersama. Walaupun sebelumnya juga aku sudah mulai ke gunung sejak begabung dengan ekskul pecinta alam. Namun dampak yang timbul juga tidak kalah banyak baik yang positif maupun negatif. Dampak positif yang timbul sudah pasti adalah hal yang menguntungkan baik untuk warga di sekitar kaki gunung ataupun para pemilik rental alat camping dan pendakian. Namun yang tak bisa dihindari juga adalah dampak negatif dari populernya kegiatan ini. Salah satunya adalah kecelakaan pendakian, banyak faktor yang mempengaruhi namun lebih banyak karena kurangnya pengetahuan dan menganggap remeh sebuah pendakian. Selain itu juga meninggalkan banyak sampah di gunung karena kesadaran tentang lingkungan yang kurang dari sebagian orang. 

    Singkat cerita, setelah berada di surabaya dan mengikuti ukm pecinta alam keinginan lamaku ternyata bisa terkabul. Peminat ukm pecinta alam saat itu lumayan banyak, mungkin masih ada efek dari film 5 cm juga. Karena saat itu juga kebanyakan orang pasti beranggapan bahwa pecinta alam pasti kegiatannya adalah mendaki gunung, padahal masih banyak kegiatan-kegiatan yang menarik dan pasti bermanfaat selain itu. Dari sekian banyak peminat kegiatan ini akhirnya hanya beberapa orang saja yang ikut ke semeru. Setelah latihan fisik beberapa hari sebelum keberangkatan dan juga persiapan lain terutama peralatan akhirnya kami berangkat.  Dimulai dari kampus menuju terminal purabaya menggunakan motor, kemudian dilanjutkan menuju ke malang menggunakan bus. Sesampainya di terminal arjosari ada yang mencari angkutan untuk menuju ke terminal tumpang sebelum melanjutkan perjalanan ke ranu pani. Dari tumpang kami harus menggunakan jeep atau menumpang truk sayur yang menuju ke ranu pani. Biasanya perjalanan dilakukan menjelang shubuh karena perjalanan lumajan jauh dan kondisinya gelap. Akan aku ceritakan secara detailnya pada tulisanku yang lain.   

    Sesampainya di ranu pani, kami melakukan persiapan kembali salah satunya registrasi pendakian di resort ranu pani. Setelah itu menunggu untuk mengikuti briefing dari pihak pengelola sebaai bekal kita saat di perjalanan. Perjalanan pun dimulai dan singkat cerita, sore hari sebelum matahari terbenam kami sudah sampai di Ranukumbolo mungkin sekitar pukul 14.00. Kami diminta untuk mendirikan tenda dan bersiap untuk membuat makanan. Karena masih ada beberapa orang yang pertama kali melakukan pendakian, kami diminta untuk sampai di ranukumbolo saja didampingi beberapa orang yang lebih senior. Sementara yang lainnya melanjutkan perjalanan menuju kalimati sebelum melanjutkan esok hari ke puncak. Keesokan harinya kami bertemu lagi di ranukumbolo dan melanjutkan perjalanan turun untuk pulang. Sore hari kami akhirnya sampai di pos pendakian kemudian istirahat dan bersiap untuk menuju surabaya kembali. Perjalanan pulang masing menggunakan transportasi yang sama seperti saat berangkat. Walaupun dengan perencanaan yang termasuk sebentar namun alhamdulillah berjalan lancar. 


#menyusurisudutnegeri #28haribercerita

ARTIKEL TERKAIT

0 COMMENTS

LEAVE A COMMENT