Hari 4 : Sepeda Ketiga

    Cerita mengenai sepeda dan kisah perjalananku ternyata belum selesai juga dengan cerita sepeda pertama karena masih ada sepeda-sepeda selanjutnya. Seperti kebanyakan petani di desa saat itu, sepeda merupakan transportasi yang bisa dibilang utama. Alat ini bisa dipakai untuk apa saja atau istilahnya serbaguna. Mulai dari untuk bepergian, mengangkut rumput, mengangkut hasil panen dan masih banyak lagi. Sepeda yang digunakan oleh "orang tua" kebanyakan model jengki untuk istilah umumnya aku kurang paham apa, sepeda onta dan sepeda wangkring. Tiga jenis sepeda itu yang paling sering dijumpai dan harganya tergolong murah sebelum trend sepeda onthel mulai muncul. Nah sepeda ketigaku, lebih tepatnya milik kakakku adalah sepeda onta. Kalau yang ada di gambar itu termasuk sepeda jengki. Hasil pembelian dari salah satu "Tukang Ngarit" tapi biasanya juga jualan sepeda dan lainnya. Kondisi sepeda itu termasuk masih bagus dan layak dipakai.

    Seperti cerita sebelumnya, aku mulai masuk SMK dan jarang bersepeda karena kendala jarak dan saat itu juga sepeda miniku rusak. Setelah ada sepeda lagi ternyata hobi bersepedaku belum bisa tersalurkan. Hal ini karena biasanya aku lebih memilih untuk mengikuti kegiatan ekskul sepulang sekolah. Hal ini juga yang membuatku berangkat pagi dan pulang petang, tapi aku menikmatinya sebagai pengalaman berharga. Balik lagi ke sepeda, setelah beberapa waktu akhirnya sepeda yang sebelumnya sudah agak berkarat akhirnya di cat ulang. Proses pengecatan ini kami lakukan sendiri, mulai dari melepas bagian per bagian dari sepeda kemudian dilanjutkan membersihkan dari kotoran. Setelah selesai dibersihkan tahap selanjutnya adalah pengamplasan, proses ini kami lakukan secara manual. Setelah itu dilanjutkan proses pengecatan, warna yang dipilih kakakku adalah hijau tua, yah walaupun hasil akhirnya terlihat lumayan muda. Proses terakhir adalah perakitan kembali sepeda supaya bisa digunakan.

    Memasuki kelas 12, kegiatan ekskul sudah mulai aku tinggalkan. Selain karena proses regenerasi juga sudah tidak diperbolehkan oleh pihak sekolah. Namun sesekali masih bisa ikut apabila ada kegiatan. Proses pembelajaran pada masaku masih 6 hari sekolah, jadi hanya hari minggu saja yang libur. Berhubung libur dan kebetulan ada kegiatan yang bisa diikuti, aku mencoba untuk membawa sepeda ke kota. Kondisi sepedanya saat itu lumayan kurang normal di rodanya namun tetap aku pakai. Perjalanan dari rumah menuju lokasi aku tempuh dengan waktu satu jam lebih tanpa kendala apapun. Kegiatan berjalan normal hingga sore hari, setelah itu aku memutuskan untuk pulang. Saat perjalanan pulang ini sepeda mulai mengalami masalah, rodanya geser sehingga menghambat perputarannya. Dengan kunci yang sudah dibawa akhirnya bisa diatasi, namun tidak bertahan lama dan terjadi lagi. Kejadian ini lumayan menghambat perjalanan yang seharusnya cuma satu jam lebih jadi berjam-jam karena harus sering berhenti. Walaupun begitu akhirny tetap bisa sampai rumah walau sudah malam.

    Dibeberapa kesempatan lain pernah aku bawa juga sepeda ini ke perkemahan. Kebetulan saat itu aku baru saja lulus dan masih menunggu pengumuman kuliah. Kondisi sepeda kali ini sudah normal dan alhamdulillah tidak mengalami kendala seperti sebelumnya. Hingga akhirnya aku diterima kuliah di surabaya dan mulai meninggalkan hobi bersepeda. Lokasi yang bisa dibilang jauh dan baru pertama kalinya akan merantau menjadi salah satu faktor tidak bisa bawa sepeda. Kesempatan untuk pulang ke rumah juga hanya 1 kali setiap semester karena keterbatasan biaya dan juga waktu. Kampus tempat aku kuliah lumayan berbeda jadwalnya dengan kampus lain. Saat yang lain sudah mulai libur, di kampusku biasanya baru akan ujian akhir semester. Perbedaan ini menyebabkan saat kami mulai libur, kampus lain sudah akan masuk kembali. Faktor ini juga yang menyebabkan aku tidak tau ternyata sepeda onta sudah dijual oleh kakaku. Begitu kisah sepeda ketigaku, besok akan aku lanjutkan mengenai cerita sepeda selanjutnya.


#menyusurisudutnegeri #28haribercerita

  • Share:

ARTIKEL TERKAIT

0 COMMENTS

LEAVE A COMMENT